Loudland appsfunder webhostingpal soulfoodministry gemitour arbonpublishing fashionflare ankaraokey talktowendys apkraya idntheme
Rabu, 04 Feb 2026 - :
28 Jan 2026 - 17:40 | 10 Views | 0 Suka

Breaking: Api Masih Membara di Pabrik Swallow Medan, Kerugian Miliaran

5 mnt baca

Kebakaran hebat di pabrik Swallow Medan masih belum berhasil dipadamkan hingga saat ini. Sudah lebih dari 13 jam api terus membara dan belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, asap hitam pekat masih tampak membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Banner Iklan In Artikel 1

Kami mendapatkan informasi bahwa kebakaran di pabrik sandal Swallow Medan ini diwarnai dengan suara ledakan berulang yang membuat warga sekitar panik. Warga yang ketakutan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan menjauh dari sumber api. 

Selain itu, proses pemadaman semakin sulit karena bahan-bahan yang terbakar merupakan karet yang sangat mudah terbakar. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran belum bisa diperkirakan oleh pihak berwenang. 

Barang-barang produksi yang masih ada di dalam area pabrik pun harus dievakuasi di tengah kepulan asap hitam tebal.

Banner Iklan In Artikel 1

Petugas Berjuang Padamkan Api Selama Lebih dari 13 Jam

Proses pemadaman di pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa sudah berlangsung selama lebih dari 13 jam. Kebakaran yang dimulai pada Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya hingga Rabu siang.

Meskipun upaya pemadaman telah dilakukan secara intensif, tim pemadam kebakaran menghadapi tantangan berat karena karakteristik material yang terbakar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Malau, menjelaskan bahwa material karet dan bahan kimia di dalam pabrik membuat api sulit dikendalikan. “Material karet menimbulkan suhu panas yang sangat tinggi dan memicu munculnya titik api baru meski sudah disiram,” ujarnya.

Untuk mengatasi kebakaran besar ini, pihak berwenang mengerahkan kekuatan gabungan:

  • 20 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Medan
  • 2 unit water cannon milik Brimob dan Polrestabes Pelabuhan Belawan
  • 2 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Sumatra Utara
  • 1 unit dari Damkar Deliserdang dan 1 unit dari Damkar Kota Binjai

Selain itu, 20 personel Satuan Brimob Polda Sumut juga diterjunkan untuk pengamanan lokasi. Menurut kesaksian warga bernama Zulfikar, mobil pemadam kebakaran telah puluhan kali bolak-balik mengambil air, namun besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berjalan lambat.

Lurah Pulo Brayan Bengkel, Yudha Arianto, memastikan kondisi mulai terkendali setelah lebih dari lima jam pemadaman. Meskipun demikian, hingga siang hari, kobaran api telah melahap dua gedung pabrik dan petugas masih terus bekerja menyemprot air serta melakukan pendinginan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Pihak Berwenang

Hingga saat ini, penyebab kebakaran di pabrik sandal Swallow Medan masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang menyatakan bahwa mereka masih dalam tahap penyelidikan untuk mengidentifikasi sumber api serta dampak yang ditimbulkan. Meskipun demikian, dugaan awal mengarah pada faktor teknis di dalam bangunan pabrik, namun belum ada kesimpulan resmi yang disampaikan kepada publik.

Personel Polsek Medan Labuhan bersama tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga bermula dari area yang disebut “ruang obat”, tempat penyimpanan bahan kimia dan bahan dasar pembuatan sandal, yang mempercepat penyebaran kebakaran.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait titik awal munculnya api. “Untuk asal api masih kita selidiki, kami masih penyelidikan. Kami masih koordinasi dengan Bid Labfor Polda Sumut untuk mengetahui asal mulanya,” jelasnya.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut dijadwalkan masuk ke lokasi “Ruang Obat” (gudang kimia) yang diduga menjadi titik awal api untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah murni teknis atau ada unsur kelalaian. Seorang saksi bernama Junaidi menyebutkan dugaan sumber api berasal dari ruang obat, sementara warga lain, Marsya, mendengar ledakan berulang kali dari dalam pabrik.

Kerugian dan Dampak Kebakaran Capai Skala Besar

Kerugian akibat kebakaran pabrik sandal Swallow di Medan diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan pendataan awal, sekitar 90 persen bangunan PT Garuda Mas Perkasa beserta aset vital di dalamnya ludes dilalap api. Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan masuk dalam kategori berat. “Hampir seluruh area produksi dan gudang penyimpanan rata dengan tanah. Struktur bangunan rusak parah akibat paparan suhu tinggi lebih dari 8 jam,” jelasnya.

Puluhan mesin cetak sandal (moulding) bernilai tinggi dilaporkan hangus tak tersisa. Selain itu, gudang logistik yang berisi tonjolan bahan baku karet mentah serta ribuan kodi sandal siap edar juga berubah menjadi abu. Dampak tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi juga operasional pabrik yang kini lumpuh total.

Akibatnya, ratusan karyawan yang menggantungkan hidup dari pabrik sandal Swallow Medan terancam diliburkan sementara waktu. Kejadian ini juga memicu kemacetan parah di jalur utama menuju Pelabuhan Belawan, serta mengakibatkan pencemaran udara serius dengan asap tebal menyebar hingga kawasan Rumah Sakit Martha Friska. Meskipun demikian, pihak kelurahan memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran ini.

Kesimpulan

Kebakaran dahsyat di pabrik sandal Swallow Medan telah menimbulkan kerusakan luar biasa. Sejauh ini, api yang membara selama lebih dari 13 jam telah menghanguskan sekitar 90 persen bangunan PT Garuda Mas Perkasa beserta aset-aset penting di dalamnya. Meskipun demikian, kabar baiknya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Tantangan pemadaman terus berlanjut karena sifat bahan karet yang mudah terbakar dan menghasilkan suhu sangat tinggi. Namun, berkat kerja keras tim gabungan dari berbagai unit pemadam kebakaran, situasi mulai terkendali walaupun api belum sepenuhnya padam.

Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Tim forensik Polda Sumut akan memeriksa “Ruang Obat” yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Apakah murni teknis atau akibat kelalaian, hasil investigasi akan menentukan langkah selanjutnya.

Memang, dampak ekonomi dari kebakaran ini sungguh besar. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah dengan puluhan mesin cetak bernilai tinggi yang hancur. Selain itu, ratusan pekerja pabrik kini terancam kehilangan mata pencaharian untuk sementara waktu.

Akhirnya, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan dan pencegahan kebakaran yang memadai, terutama di pabrik-pabrik yang menyimpan bahan kimia dan material mudah terbakar. Kewaspadaan tinggi harus selalu diutamakan untuk mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%